BKPI Universitas Al-Falah As-Sunniyah Kencong
Kegiatan Mahasiswa 28 Juni 2026 · 3 menit baca

Research Analysis Bootcamp 2026 Bekali Mahasiswa Kuasai Analisis Data Penelitian Secara Praktis

Research Analysis Bootcamp 2026 Bekali Mahasiswa Kuasai Analisis Data Penelitian Secara Praktis Jember – Upaya memperkuat kapasitas riset mahasiswa terus dilakukan Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) Fakultas Tarbiyah Universitas Al-Falah Assunniyah (UAS) Kencong....

BK bkpi-uas Disunting oleh bkpi-uas
Research Analysis Bootcamp 2026 Bekali Mahasiswa Kuasai Analisis Data Penelitian Secara Praktis
Research Analysis Bootcamp 2026 Bekali Mahasiswa Kuasai Analisis Data Penelitian Secara Praktis

Research Analysis Bootcamp 2026 Bekali Mahasiswa Kuasai Analisis Data Penelitian Secara Praktis

Jember – Upaya memperkuat kapasitas riset mahasiswa terus dilakukan Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) Fakultas Tarbiyah Universitas Al-Falah Assunniyah (UAS) Kencong. Salah satunya melalui penyelenggaraan Research Analysis Bootcamp 2026 yang digelar di Aula Khofifah Indar Parawansa (KIP) Lantai 3, Sabtu (27/6), mulai pukul 08.30 hingga 16.30 WIB.

Kegiatan yang diikuti puluhan mahasiswa tersebut dihadiri oleh mahasiswa BKPI semester 6 sebagai peserta utama, mahasiswa semester 4, sebagian mahasiswa semester 2, serta sejumlah mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA). Setelah sesi tatap muka berakhir, pendampingan tidak langsung dihentikan. Peserta masih memperoleh Rencana Tindak Lanjut (RTL) berupa klinik pendampingan melalui Zoom untuk memastikan setiap peserta mampu menerapkan materi pada penelitian masing-masing.

Research Analysis Bootcamp 2026 dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Tarbiyah, M. Nahrowi, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penguatan kompetensi metodologi dan analisis data menjadi kebutuhan mendasar bagi mahasiswa yang akan memasuki tahapan penyelesaian tugas akhir.

“Bootcamp ini menjadi salah satu ikhtiar fakultas dalam memperkuat kapasitas akademik mahasiswa agar mampu menuntaskan studi tepat waktu dengan kualitas penelitian yang baik. Program ini telah menjadi agenda tahunan dan akan terus dikembangkan mengikuti kebutuhan riset serta perkembangan teknologi analisis data,” ujarnya.

Pelatihan dipandu oleh Ketua Program Studi BKPI, Faisol Hakim, M.Pd.I, yang juga bertindak sebagai keynote speaker. Ia didampingi oleh jajaran dosen BKPI, yakni Dr. Akhmad Rudi Masrukhin, M.Pd., Puji Maulana, M.Pd., dan Fikri Fauzi, M.Pd. Kehadiran para dosen tidak hanya memberikan penguatan konseptual, tetapi juga mendampingi peserta ketika melakukan praktik analisis data secara langsung.

Dalam arahannya, Faisol Hakim menekankan bahwa mahasiswa saat ini tidak cukup hanya memahami teori metodologi penelitian, melainkan harus memiliki keterampilan operasional dalam mengolah dan menginterpretasikan data penelitian.

“Kami ingin mahasiswa tidak lagi merasa analisis data sebagai sesuatu yang menakutkan. Melalui bootcamp ini, mereka belajar dengan pendekatan praktik sehingga memiliki bekal nyata untuk menyelesaikan skripsi secara lebih percaya diri. Harapannya, budaya riset yang kuat dapat terus tumbuh di lingkungan BKPI,” ungkapnya.

Berbeda dengan pelatihan akademik yang umumnya berfokus pada penyampaian materi, Research Analysis Bootcamp 2026 dirancang menggunakan pendekatan learning by doing. Sejak awal hingga akhir kegiatan, peserta langsung mempraktikkan proses analisis data menggunakan perangkat lunak penelitian, termasuk SmartPLS dan NVivo, dengan didampingi trainer dan co-trainer.

Model pendampingan tersebut diperkuat melalui pendekatan tutor sebaya (peer tutoring). Mahasiswa yang telah lebih dahulu menguasai analisis data dilibatkan sebagai co-trainer untuk mendampingi peserta secara intensif. Pendekatan ini dinilai efektif karena komunikasi berlangsung lebih cair, menggunakan bahasa yang setara (apple to apple), sehingga peserta lebih leluasa bertanya, berdiskusi, dan menyelesaikan kendala teknis secara langsung.
Salah seorang mahasiswa yang bertugas sebagai co-trainer menyampaikan bahwa pengalaman menjadi pendamping bukan hanya membantu peserta memahami analisis data, tetapi juga menguatkan kompetensi dirinya sebagai calon akademisi.

“Belajar bersama teman sebaya membuat suasana lebih nyaman. Peserta tidak sungkan bertanya karena kami pernah berada pada posisi yang sama. Ketika praktik dilakukan secara langsung, pemahaman peserta berkembang jauh lebih cepat dibandingkan hanya mendengarkan penjelasan di kelas,” ujarnya.

Selama satu hari penuh, peserta memperoleh materi yang terintegrasi mulai dari persiapan data penelitian, pemilihan teknik analisis, pengoperasian perangkat lunak, hingga interpretasi hasil analisis yang sesuai dengan kebutuhan penyusunan skripsi. Pendekatan berbasis praktik tersebut diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara pemahaman teori metodologi dengan keterampilan teknis yang dibutuhkan dalam penelitian sesungguhnya.

Melalui penyelenggaraan Research Analysis Bootcamp 2026, Program Studi BKPI menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya akademik yang adaptif terhadap perkembangan metodologi penelitian. Pendampingan berkelanjutan melalui sesi RTL secara daring juga menjadi bentuk komitmen agar proses belajar tidak berhenti setelah pelatihan selesai, melainkan terus berlanjut hingga mahasiswa mampu menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan menyelesaikan studi secara optimal.

Bagikan berita ini